Desa Nanga Tayap
Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang - 61
Administrator | 24 Mei 2025 | 1.866 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
25 24-0 10:01:46
1.866 Kali Dibaca
Dari Asal katanya Nanga Tayap terbagi atas dua kata dalam bahasa Dayak Gerunggang. Nanga berarti muara sungai, sedangkan Tayap berarti induk atau kewedanan. Sumber lain menerangkan bahwa Tayap adalah sebutan untuk rotan-rotan besar yang sering ditemukan di tepi-tepi sungai. Baik Suku Melayu dan Suku dayak menyebut rotan jenis tersebut dengan sebutan Tayap.
Hampir semua sumber sepakat bahwa yang pertama kali mendiami Desa Nanga Tayap adalah dua suku terbanyak di Desa ini. Suku terbanyak pertama adalah Suku Melayu dengan jumlah 3.220 jiwa. Suku Dayak menempati urutan mayoritas kedua dengan jumlah penduduk sebesar 349 jiwa. Informasi dari dua belah pihak mengakui bahwa Suku Dayak yang pertama kali menempati daerah Nanga Tayap, namun mereka lebih suka membuat kelompok tersendiri dan menempati hulu sungai ataupun perbukitan.
Perkembangan Nanga Tayap dari kelompok masyarakat kecil, menjadi sebuah perkampungan yang ramai disebabkan karena didiami oleh Suku Melayu. Tidak ada yang tau pasti siapa dan kapan Suku Melayu pertama kali datang. Masyarakat menganggap sejarah kedatangan Suku Melayu di Nanga Tayap sama seperti sejarah kedatangan Suku Melayu di Kalimantan Barat pada umumnya. Yang spesifik di Nanga Tayap adalah keberadaan makam Uyu Agung. Uyu berarti sesepuh/ orang Tua/ Kakek. Makam Uyu Agung telah berusia sekitar 300 tahun lebih. Uyu Agung menurut cerita masyarakat sekitar adalah yang pertama kali membentuk kampung dan meramaikan Nanga Tayap. Uyu Agung adalah saudagar, penyebar agama Islam, orang yang dipercaya mempunyai kelebihan dan kedigdayaan (kesaktian) sehingga sangat di hormati pada masanya.
Ditelusuri dari sejarah Kerajaan Melayu dan Sejarah masa Hindia Belanda, sejak tahun 1936 Kabupaten Ketapang adalah salah satu daerah (afdeling) yang merupakan bagian dari Keresidenan Kalimantan Barat (Residente Western Afdeling van Borneo) dengan pusat pemerintahannya di Pontianak.Kabupaten Ketapang ketika itu dibagi menjadi tiga Onder Afdeling, yaitu:Pertama Sukadana, berkedudukan di Sukadana. Kedua Matan Hilir, berkedudukan di Ketapang. Ketiga Matan Hulu, berkedudukan di Nanga Tayap.
Masing-masing Onder Afdeling dipimpin oleh seorang Wedana. Tiap-tiap Onder Afdeling dibagi lagi menjadi Onder Distrik, yaitu: Pertama Sukadana terdiri dari Onder Distrik Sukadana, Simpang Hilir dan Simpang Hulu. Kedua Matan Hilir terdiri dari Onder Distrik Matan Hilir dan Kendawangan. Ketiga Matan Hulu terdiri dari Onder Distrik Sandai, Nanga Tayap,Tumbang Titi dan Marau Masing - masing Onder Distrik dipimpin oleh seorang Asisten Wedana.
Afdeling Ketapang terdiri atas tiga kerajaan, yaitu:
- Kerajan Matan yang membawahi Onder Afdeling Matan Hilir dan Matan Hulu
- Kerajaan Sukadana yang membawahi Onder Distrik Sukadana
- Kerajaan Simpang yang membawahi Onder Distrik Simpang Hilir dan Simpang Hulu
Masing-masing kerajaan dipimpin oleh seorang Panembahan. Sampai tahun 1942, wilayah-wilayah ini dipimpin oleh: Kerajaan Matan oleh Gusti Muhammad Saunan, Kerajaan Sukadana olehTengku Betung, Kerajaan Simpang oleh Gusti Mesir.
Penyebab ramainya perkampungan Nanga Tayap adalah karena daerah ini merupakan tempat transit dari Gusti Panembahan Saunan. Gusti Saunan mengangkat setingkat Adipati di Nanga Tayap yang bernama Gusti Tentemak. Seorang yang terkenal akan kesaktianya dan mempunyai panglima perang bernama Pangeran Soma. Pada masa ini ditunjuk kepala kampong/ pimpina Desa yang menjadi cikal bakal Desa Nanga Tayap. Urutan Pimpinan Desa Nanga Tayap adalah:
- Kyai Youma (1932-1950-an)
- Ditangkap oleh tentara Jepang. Tidak diketahui jejaknya sampai sekarang.
- Raden Sendi (1950-an)
- Abdurrahman (1950-an)
- Raden Mahmud (1960-an)
- Raden Usman Hasbi (1970an-1980-an)
- Raden Warigus (1980-1990-an) secara administrative untuk pertamakalinya menjadi sebuah desa.
- Hasan Basri (1996-2004)
- Raden Syamhudin (2004-2009)
- Pjs Salawati (Februari 2009-Oktober 2010)
- Cahyadi ( 2010-2017 )
- Mursalim ( Juli – Desember )
- Hapit Fathurrahman ( 2018-2023 )
- Sarmadi ( Sekarang )
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
2694
Populasi
2480
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
5174
2694
LAKI-LAKI
2480
PEREMPUAN
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
5174
TOTAL
Aparatur Desa
Kepala Desa
HAPIT FATHURRAHMAN, S.IP
Sekretaris Desa
AYUP HERWANSYAH, A.Md.Kom
Kaur Keuangan
HAFIZ ASYAKUR, S.M
Kaur Tata Usaha Dan Umum
DEFI MUSYAROPAH NOVITA SARI
Kasi Pemerintahan
YUNIATI
Kasi Kesejahtaraan
JEMMI AFRIANTO OLLA, A.Md
Kasi Pelayanan
RATI RUSMILAH
Kadus Nanga Tayap
RAHIMAN
Kadus Segagap
JARANI
Kadus Mendauk
ZOVI HARTADINATA
Kadus Sebuak
TOMI KRISTIAWAN AGUS
Kadus Sungai Durian
YUPITA
Kadus Tambang Kayung
JONI ISWANTO
Desa Nanga Tayap
Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, 61
Menu Kategori
Arsip Artikel
798 Kali
Serah Terima Jabatan Kepala Desa Nangatayap
748 Kali
Pemerintah Desa Nanga Tayap Melakukan Penyuluhan Stunting dan Bimtek Administrasi Dasawisma Di Dusun Sungai Durian dan Sebuak
745 Kali
Sinergi Wilayah Desa Nanga Tayap dan Desa Sungai Kelik Tuntaskan Penetapan Batas Desa Secara Damai dan Partisipatif
644 Kali
Pemilihan Kepala Desa Nanga Tayap 2025
322 Kali
APBDes Desa Nanga Tayap
26 Kali
Penyerahan Seragam Sekolah ke Anak Disabilitas
26 Kali
Penyerahan Seragam Sekolah ke Anak Disabilitas
322 Kali
APBDes Desa Nanga Tayap
644 Kali
Pemilihan Kepala Desa Nanga Tayap 2025
748 Kali
Pemerintah Desa Nanga Tayap Melakukan Penyuluhan Stunting dan Bimtek Administrasi Dasawisma Di Dusun Sungai Durian dan Sebuak
745 Kali
Sinergi Wilayah Desa Nanga Tayap dan Desa Sungai Kelik Tuntaskan Penetapan Batas Desa Secara Damai dan Partisipatif
798 Kali
Serah Terima Jabatan Kepala Desa Nangatayap
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Media Sosial
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 56 |
| Kemarin | : | 161 |
| Total | : | 42,398 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.165 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar